SENJA DI BUKIT CINTA bagian ketiga
"Selamat siang", Aseng masuk kedalam rumah. Siera menoleh dan melihat Aseng. "Hai," jawab siera. Sambil mencari cari teman teman kantornya. Aseng tahu siera kebingungan mencari teman-teman nya. "Anak anak udah balik pagi tadi", sahut Aseng menjawab kebingungan siera. "Kenapa aku ditinggal", terus balik ke asrama bagaimana. "Siera bertanya pada Aseng. Aseng hanya tersenyum. Meninggalkan siera, Liu dan chyou. Aseng ke ruang kerja Chen. Liu dan chyou mengajak siera jalan jalan ke halaman. Disaat usai hujan akan sangat segar tanaman di halaman. Ditambah aroma tanah dan bunga usai tersiram air hujan Jan. Benar, siera sangat senang dan lupa keinginan nya untuk balik ke asrama. Harum semerbak bunga bunga dan kupu kupu yang berterbangan membuat siera sangat betah. Siera, Liu dan chyou berjalan jalan bertiga menyusuri halaman sekeliling rumah. Sampailah mereka bertiga di gazebo taman. Tampak sangat jelas dibawah pemandangan laut, dan hamparan pantai yang indah. "Sungguh indah" kata siera. "Kakak suka alam ya," tanya chyou. Hmmemm.. jawab siera. Liu mengajak main petak umpet. Siera merasa geli, karena kita kan sudah dewasa. Di dalam hatinya. Tapi karena tidak enak menolak. Siera menyetujui permintaan adik adik chen. Bertiga pun bermain petak umpet. "Kakak, siapa yang dulu bisa menemukan akan mendapat hadiah ya." Kata Liu. Oke, "jawab siera dan chyou. Chen lebih tua 6 tahun dari siera, Liu lebih tua 3 tahun dari siera, sedangkan chyou lebih muda 3 tahun dari siera. Tapi tidak membuat suasana kekeluargaan diantara berbeda. Malah hangat dan nyaman.
Aseng dan Chen di dalam ruang kerja Chen. Aseng menanyakan bagaimana dan apa yang dikatakan sang peramal di kuil. Yang diminta sang peramal sudah Chen lakukan. "Keadaan malam itu, sepertinya memang restu dewa." Jawab Chen !!! "Semua di beri kemudahan dan kelancaran". Chen menyahut lagi pertanyaan Aseng. Aseng bertanya pada Aseng, apa kamu akan menyukai siera, apabila sang peramal tidak mengatakan hasil darahmu dengan siera ???? Dibalik dinding ruang kerja Chen, rupanya ada siera yang sedang mendengarkan Aseng dan Chen yang membicarakan kejadian malam itu. Siera menangis sesenggukan dan Chen juga Aseng mendengar siera menangis. Mereka pun terkejut, dan segera menuju siera yang sedang dibalik dinding. Sakit sekali hatinya siera, terasa sakit dan sesak sekali, hingga membuat siera menangis sesenggukan dan tiada henti. Liu dan chyou pun melihat siera menangis. Mereka mendekati siera tapi siera melarangnya. "Stop, !!! Diam disitu semua. Sambil menangis siera meminta Chen, Aseng, Liu dan Chyou tidak menghampirinya. Siera merasakan sakit hatinya, begitupun Chen dia bisa merasakan sakit yang dirasakan siera. Chen memegang dadanya dan menatap dalam Siera. Siera marah dan membenci Chen. Siera tidak tahu kalau sang peramal menyampaikan hasil ramalannya. Bahwa untu tradisi di desa itu. Dihari baik perayaan malam itu, adalah berkah buat Chen dan siera. Karena darah Chen dan siera menjadi satu, dan masa subur siera. Untuk kemakmuran dikampung Aseng dan Chen. Tidak sembarang ditemukan hari dan darah yang bisa tercampur. Tapi siera syok merasa dipermainkan oleh Chen dan Aseng. Chen menjelaskan, tapi siera tidak mau mendengarkan. Siera berlalu dan berjalan meninggalkan rumah Chen dalam kondisi marah dan menangis. Chen berlari menyusul siera. Chen dan siera merasakan sakit didadanya secara bersamaan. Dan merasakan sedih dan perih. Siera merasa tidak percaya masih ada di zaman sekarang budaya dan tradisi seperti itu. Dia menggumam.
Keesokan harinya, siera mulai berdinas lagi. Dan bertemu Aseng. Tapi siera sama sekali tidak menghiraukan. Xie, Dewi dan Ita yang satu ruangan heran melihat kelakuan siera dan Aseng. "Tidak biasanya kalian seperti ini", tanya Ita heran. "Wah, pasti ada yang seru nih," sahut Xie, Dewi membalas lagi, kayak tidak tahu Aseng sama siera saja. Nanti kan pasti akur". Aseng hanya tersenyum saja. Chen mencari kabar siera melalui Aseng. Chen sangat merindukan siera. Chen sangat ingin memeluk dan menciumnya. Hari- hari Chen sangat panjang. Chen memberi waktu dan suasana dingin kepada siera.
Aseng memberitahu Chen, kalau sudah 5 hari siera ijin tidak kerja dikarenakan sakit. Chen semakin cemas memikirkan siera. Siera sedang sakit demam dan mual mual. Dia hanya berdiam diri di asrama. Tidak mau makan dan minum obat. Teman teman kantornya meminta siera pergi ke dokter. Tapi siera tidak pernah mau. Siera merasa ada yang tidak beres dengan perutnya. Mual mual terus. Rupanya Chen juga mengalami hal sama dengan siera. Chen mual mual dan mafsu makannya banyak. Aseng berpikir keras. Dan menemui sang peramal. Setelah diberitahu sang peramal, Aseng sangat kesenangan dan bahagia. Dan meminta Chen menemui siera.
Didalam lubuk hatinya siera sangat merindukan Chen, tapi keegoisan siera. Yang membuat semua seakan jauh. Kriiingggggggg, bunyi bel kamar siera. Siera bangkit dengan badan lemasnya dia menuju pintu kamarnya. "Klik" bunyi pintu terbuka kuncinya. Sesosok yang sangat dirindukannya ada di depannya. Siera tergolek lemas dan pingsan. Buru buru Chen menggendong siera menuju mobilnya dan dibawanya siera ke rumah sakit. 5 jam siera belum juga siuman. Membuat Chen kebingungan, sedih dan tidak karu-karuan. Liu, chyou dan Aseng ikut menunggu di dalam rumah sakit. Ikut panik. Datang seorang dokter dan perawat menghampiri Chen, dan memeriksa keadaan siera. Dan menunjukkan. Hasil laboratorium. "Selamat, ya pak. Sekarang menjadi bapak" kata sang dokter. Begitu terkejut nya Chen. Chen begitu bahagia mendengar siera sedang hamil. Aseng dan adik adik Chen ikut bergembira. Chen mengahampiri siera yang mulai sadarkan diri. Chen bergegas memegang jemari siera. Dan mencium dahi siera mesra sekali. Hatinya meleleh melihat Chen yang begitu memperhatikannya. Siera menangis dan Chen mengusap air mata siera. "I love you, honey" bisik Chen pada siera. Chen menggenggam tangan siera. Dan menciumnya. Tak henti hentinya. Liu dan Chyou memberi selamat kepada siera. Dan mengelus perut siera, selamat datang keponakanku. Liu dan Chyou bersamaan mengatakan pada calon baby di perut siera.
Chen dan siera merasakan cinta yang luar biasa. Chen meminta pengasuhnya untuk mempersiapkan kehadiran siera dan calon baby nya. Sang pengasuh sangat senang dia sudah menunggu hari hari ini bertahun tahun. Akhirnya Chen bisa menemukan yang ditunggu nya bertahun tahun. Aseng memberitahu sang peramal bahwa siera sedang hamil. Sang peramal mengatak ada satu hal lagi yang harus di korbankan. Aseng berpikir keras. Apalagi yang akan terjadi kepada kedua sahabatnya ini. Aseng tidak mampu mengatakan kepada Chen. Begitu bahagianya Chen, dan keluarganya.
Siera diboyong ke keluarga Chen. Diketahui siera sedang mengandung anak kembar. Laki-laki dan perempuan. Sesampai dirumah chen membahas pernikahan nya dengan Aseng dan adik adiknya juga sang pengasuh. Dikarenakan Ada perbedaan kepercayaan siera dan Chen. Chen berpikir keras. Keluarga mendukung keputusan yang terbaik menurut Chen.
Chen menghampiri siera didalam kamar. Dia begitu merindukan wanita yang telah mengandung buah hatinya. Dihampirinya siera yang sedang berbaring di ranjang. Di kecupnya kening siera berulang kali, diciumnya bibir wanita yang membuatnya menjadi seorang pria yang sempurna. Siera pun membalas kecupan Chen. Bagaikan tidak bertemu bertahun tahun Chen dan siera melepaskan kerinduan mereka. Bercumbu dan saling merayu.
Chen mengajak siera berjalan jalan menuju gazebo taman. Tempat yang paling disukai Siera. Chen memulai percakapan tentang pernikahannya. Karena perbedaan diantaranya kepercayaan. Siera menginginkan Chen memgikutinya. Sedangkan Chen mengharapkan siera memgikutinya. Siera menjelaskan bahwa dia sudah berbuat dosa. Dan tidak mungkin melakukan dosa besar. Sedangkan Chen diberitahu Aseng, agar siera mengikuti Chen. Itu yang dilihat sang peramal. Siera tidak menyetujui Chen tentang hal ini. Dan membuat Chen tidak terkendali. Chen menginginkan siera selalu bersamanya. Siera menyetujui apapun tapi tidak kepercayaan ini. Sakit rasanya siera mengatakan hal keras kepada Chen. Chen pun demikian merasa sakit disaat harus memaksa siera.
Liu diam diam yang juga menyukai siera. Mendengarkan perdebatan kakaknya. Liu mengatakan kepada Chen, " kalau kakak memaksa siera dan tidak melanjutkan pernikahan ini. Aku yang akan bertanggung jawab menikahi siera". Bagai disambar petir siera dan Chen menatap Liu. Liu mendekati siera dan mengajaknya pergi meninggalkan Chen. Siera hanya terdiam dan mengikuti ajakan Liu. Chen sangat mencintai siera tapi Chen juga takut yang dikatan peramal. Kalau siera tidak mau mengikuti Chen. siera berteriak pada Chen, "bukannya kita seharusnya takut kepada Tuhan ya. Bukan pada peramal" siera sambil berlalu bersama Liu meninggalkan Chen yang galau.
Siera melepaskan genggaman Liu, "Lepaskan" pinta siera pada Liu. Liu pun melepaskan tangan siera. "Aku akan menikahimu sekarang aku akan mengikuti kepercayaan mu. Sebelum perut itu kelihatan besar." Bentak Liu pada siera. Siera terkejut melihat Liu membentaknya yang selama ini tampak cuek cuek saja. "Aku tidak butuh belas kasihmu, balas siera ketus. "Baiklah kalau gitu", jawab Liu. Liu menarik badan siera dan mencium bibir siera. Di gigitnya bibir siera. Siera berusaha memberontak. Tapi Liu lebih kuat darinya. Liu mencium leher siera, mencium bibir siera. Mendekap siera erat. Siera merasa sesak nafas. Dan Liu melepaskan siera. Tapi Liu mengangkat tubuh siera dibawahnya siera kedalam kamar Liu. Siera memberontak. "Semakin memberontak, semakin aku menciumi mu, semakin brontak, aku akan menidurimu." Bentak Liu lagi. Siera takut dan lebih menenangkan di gendongan Liu. Chyou sedih melihat kakak-kakak nya yang sedang bertengkar. Aroma tubuh Liu menyergap hidungku, pasti banyak cewek-cewek yang menjadi pacarnya. Liu membawa siera kekamar Liu. Dan membaringkan siera di ranjang Liu. Setelah itu Liu menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari luar. Siera kebingungan melihat sikap Liu. Siera teriak teriak minta dibukakan pintunya. Tapi Liu cuek mendengar terikan siera. Chen naik ke kamar Liu. Dan menampar wajah Liu. Liu pun membalas tamparan kakaknya. Chyou berusaha memberhentikan kedua kakaknya. Tapi chyou yang terkena tamparan kedua kakaknya. Melihat chyou berdarah Chen dan Liu berhenti bertengkar. Dan melihat chyou yang terluka. Chen dan Liu mengobati adiknya, chyou.
Siera mendengar chyou teriak kesakitan, "tolong buka pintunya chyou kenapa', siera menangis mendengar Chyou. "Chyou kenapa', kenapa,.. " sak siera. Chyou kamu tidak apa apa dik, chyou.." suara lemas siera. Chen ,Liu dan Chyou segera menuju kamar Liu. Liu membuka pintu kamarnya. Dan melihat siera pingsan Chen, sangat bersedih melihat ibu yang mengandung anak anaknya tergeletak dilantai tidak berdaya. Segera di bopongnya siera diatas ranjang Liu. Liu dan Chyou keluar kamar dan berdiri balkon menenangkan diri. Dan mencari solusi terbaik.
Chen, memeluk siera erat erat. "Maafkan aku sayang" lirih suara Chen. Beberapa saat kemudian siera baru sadar, melihat Chen sudah di sampingnya. Siera memegang kepala Chen yang sedang tertidur. Mengusap kepala Chen pelan pelan dan penuh kelembutan. Liu melihat siera memperlakukan kakaknya penuh dengan kasih sayang. Seharusy kakaknya tegas mengambil tindakan dan keputusan. Kalau tidak ada kepastian kamu akan jadi milikku. Renung Liu didalam hatinya.
Beberala hari kemudian, keputusan telah diambil. Chen mengikuri kepercayaan siera. Dengan syarat Chen harus meninggalkan kampungnya. Chen dan siera .melakukan pernikahan yang sederhana. Meskipun sebenarnya Chen adalah keturunan keluarga terpandang. Chen adalah seorang pengusaha yang sukses. Chen dan siera sangat berbahagia dalam menjalani pernikahannya. Sebetar lagi kelahiran putra putri kembarnya. Chen sangat bersemangat menyabut buah hatinya. Chen sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk istrinya dan kedua buah hatinya. Chen semakin menjadi orang sukses. Chen sudah mempersiapkan nama untuk anak kembarnya. Siera mulai merasa kesakitan menjelang .melahirkan, Chen membawa istrinya ke rumah sakit. Semua keluarga Chen menunggu siera melahirkan. Semua menunggu 5 jam diluar ruangan operasi. Chen yang paling panik. Dan pintu ruang operasi terbuka suara dua bayi menangis. Chen begitu bahagia dan Chen diminta masuk kedalam untuk memberi adzan kepada putra-putri nya. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa bagi Chen. "Anakku, jadilah penerus ayah. Jaga ibumu ya sayang. Ayah mencintaimu dan ibumu" bisik Chen pada telinga kedua putra - putrinya. Liu , mendengar kata kakaknya keheranan.
Siera sudah siuman dan masuk ruang perawatan persalinan. Chen selalu mendampingi istrinya. Peluk cium selalu Chen berikan kepada istrinya tersayang. Hari ini satu tahun untuk ulang tahun si kembar. Chen dan siera mempersiapkan untuk perayaan ulang tahun si kembar. Chen yang paling antusias mengadakan acaranya. Seminggu setelah ulang tahun si kembar. Chen tiba tiba sakit keras. Siera segera membawa Chen ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan Chen memegang erat tangan siera. "Jangan dilepas sayang. Jaga anak anak ya. Aku selalu mencintaimu, kamu dan anak anak segalanya bagiku" suara lirih Chen. Kata kata Chen membuat siera menangis. Siera meminta Liu membawa mobilnya dengan cepat. Sampai di ICU Chen mencari Liu. Dan membisikkan sesuatu. Dan setelah itu..... Chen tergulai .... Chen tidak bernafas lagi.... Sayaaangggggg... Siera menjerit histeris...Liu menangis ....dan menelpon chyou.. mengatakan kalau Chen sudah pergi..
Empat tahun sudah Chen meninggalkan siera dan kedua anaknya. Siera membesar kan kedua buah hatinya. Setelah kepergian Chen, siera mulai bekerja lagi. Dan siera tidak pernah mendekati pria manapun. Meskipun teman teman kantornya sering menjodohlankannya. Hari ini kantor siera mendapat kunjungan dari bos baru. Dan mungkin akan lembur. Dia menelepon kedua buah hatinya. Si kembar sudah mulai sekolah. Dan rumah siera dekat dengan kantor. Sewaktu waktu bisa memantau kedua hatinya. Di lantai bawah sudah ramai terdengar rombongan tamu sudah tiba dan mulai sambutan. Siera hanya berdiam di ruangan. Dia sama sekali tidak antusias menyambut bos barunya. Dia sibuk dengan ketikan dan laptopnya. Disebelah laptop ada foto keluarga dia dan Chen juga anak anak disaat ulang tahun pertama mereka. Dewi masuk kedalam ruangan siera. "apa Ndak mau menyambut bos kita kah, " . Siera hanya memberi jempol nya pada Dewi.
Riuh penyambutan hingga di lantai ruangan Siera. Siera pun sayik asyik dengan kerjaannya. Tidak memperdulikan kericuhan teman teman kantornya. Seorang laki laki tampan dan bertubuh atletis menggunakan kemeja putihnya, memasuki ruangan Siera. Laki laki itu hanya terdiam memandangi siera dari jauh. "Aku merindukanmu" lelaki berkemeja putih itu lirih. Disaat siera membalikkan badannya laki laki berkemeja itu membalikkan badannya meninggalkan ruangan siera. Siera pun tampak ekspresi. "Siapa dia", gumam siera. Sudah sebulan kantor siera dengan bos baru. Dan siera belum pernah bertemu dengan bos barunya. Ruangan Bos baru siera tepat didepan ruangan siera. Bos baru siera hanya memandang dari jauh kegiatan siera. Untuk perkenalan bos baru akan diadakan gathering family. Dan haruskan membawa keluarga. Akhirnya siera bisa berlibur selama empat hari bersama anak anaknya.
Waktu untuk gathering family sudah tiba. Siera bersama dua buah hatinya yang sudah berumur 5 tahun. Diajak nya bersama. Siera bersama kedua buah hatinya .masuk kedalam bus. Dan mereka .mengambil kursi yang bertiga. Tiba -tiba "Ibu, kita akan jalan jalan" kata si boy. "Ibu, aku mau ketemu ayah" kata si girl. Siera tersentak kaget. Siera berusaha menyembunyikan perasaannya. Seseorang laki - laki dikursi belakang siera mendengar suara suara kecil itu. Begitu tersentuh hatinya. "Aku ingin memeluk mu" lirih suara pria itu. Bus yang ditumpangi siera tidak berisi banyak penumpang nya. Hanya beberapa team dan peralatan gathering family. Tapi siera juga tidak menyadari hal itu. Dia hanya memikirkan kebahagiaan buah hatinya. Diam diam si girl menghadap kebelakang dan bermain dengan pria di kursi belakang. Begitu pun si boy. Kedua bocah itu sangat senang bermain dengan pria di belakang kursi siera.
Enam jam perjalanan membuat kedua bocah itu tertidur di kursi bus. Dan akhirnya tiba di pegunungan yang dikelilingi pedesaan yang hijau dengan persawahan di subur. Tampak sungai sungai kecil mengelilingi persawahan. Airnya bening dan jernih, hingga tampak ikan kecil kecil berenang bahagia. Panitia gathering family meminta semua peserta gathering untuk mematuhi peraturan di desa ini. Dan menjaga kebersihan dan keharmonisan. Karena gathering dilaksanakan selama empat hari. Usai mendapat kartu untuk menempati guest house dan hostel. Bisa istirahat sebentar dan setelah itu mengikuti scedule gathering family. Siera dan kedua buah hatinya mendapatkan guest house. Bahagianya si boy dan si girl. Setelah mereka memberat diri, kedua bocah ibu mengajak siera untuk berjalan jalan. Mereka sangat tertarik dengan persawahan di pedesaan yang mengelilingi guest house nya. Pria di kursi belakang siera juga berada di guest house yang bersebelahan dengan siera. Siera bersama kedua bocah lucu itu bermain di sungai sungai kecil sambil menangkap ikan kecil. Si boy, berteriak " o om, ayo menangkap ikan" tahu si boy memanggil o om si gril berlari memeluk pria yang dipanggil o om. Si o om memeluk bocah kecil ini erat. Begitu rindunya dia. Siera hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepala. Tidak tampak wajah si o om yang menggunakan topi. Sehingga tidak tampak wajahnya. Kedua bocah itu sangat bahagia karena di temani ibu dan si oom. Mereka berempat sangat senang dan bermain air. Karena sungai kecil tidak dalam, airnya juga jernih. Aman untuk anak anak. Hari sudah sore, kedua bocah itu masih asyik bermain. Dibalik topi si oom selalu memperhatikan siera. Tetap cantik dan mempesona. "Ayo, sudah sore kita balik ke guest house." Siera mengajak anak anak. "Ibu, boleh minta gendong"si girl memohon pada siera. Bagaimana kalau gendong om, pria bertopi mengajak si gril. siera menolak bantuan si oom. "Ibu, aku akan menjaga ibu. Jadi aku tidak usah di gendong ya. "Tiba tiba si boy berucap spontan. Siera terharu dan memeluk anak lelakinya. Si pria bertopi juga ingin memeluk mereka bertiga. Tapi dia menahan diri. Si pria bertopi mengatakan kalau dia dekat guest house nya jadi tidak masalah. Akhirnya si boy berjalan menggandeng tangannya siera. Sedangkan si girl digendong si pria bertopi. Mereka berempat melewati pematang sawah. "Oom, si gril boleh Panggih ayah" si girl memeluk erat pria bertopi. Pria itu mengangguk. Sedangkan siera, meminta maaf karena sikap anak anaknya. Malam tiba waktunya untuk makan malam, semua karyawan berkumpul di Aula resort. Dan ada gaming. Untuk anak anak dan para karyawan. Usai makan malam. Gaming dimulai dari anak anak. Anak anak siera pun mengikuti lomba. Siboy seperti ayahnya Chen, menjadi anak laki laki yang menjaga ibunya. Sigirl menjadi gadis cantik cerdas seperti ayah dan ibunya. Saat nya lomba untuk pasangan yaitu menari menggunakan balon . Semua karyawan sudah terdaftar. Siera hanya terdiam. Siboy membawa si oom untuk mengikuti lomba bersama ibunya. Siera tidak mau. Tapi kedua bocah itu tampak sedih. Demi anak anaknya siera mengikuti lomba menari berpasangan menggunakan balon.
"Semua pasangannya siap," teriak panitia. Siera bersama si oom berada di start dan membawa balon. "Mohon maaf pak bos, tidak boleh memakai topi" panitia memanggil pria di depannya dengan bos. Oh, ini bosku" di dalam hatinya yang datar dan tanpa ekspresi. Panitia menyebutkan persyaratan lomba. Dengan musik, menari dan balon di taruh di dahi atau di depan. Si oom melepas topinya dan musik mulai. Begitu terkejut nya antara iya dan tidak bahwa didepannya wajahnya mirip dengan suaminya Chen. Tapi Chen sudah tidak ada. Liu...liuuuuuu "siera lirih sekali memanggil Liu. Suara musik yang romantis, classic mengiringi Liu dan siera. Siera melepaskan tangannya yang bertumpu pada tangan Liu. Liu memarik dan memeluk pinggan siera. Balonnya didahi membuat bibir mereka berdekatan. Liu makin memeluk siera. Balonnya turun ke leher mereka berdua. Siera bergetar dan Liu bisa merasakan getaran tubuh Siera. Aroma tubuh Liu kian melekat di siera. Para karyawan memberi semangat kepada pak bos dan siera. "I Miss you" , Liu berbisik di telinga siera. Geli dan bergetar siera mendengar nya. Dan berusaha melepaskan tangan Liu. Coba kamu lepaskan sekarang, aku akan . menciumi sekarang. Didepan karyawan semua. Siera pun menuruti Liu. Liu, tersenyum kecil puas. Melihat siera.
Acara telah usai semua karyawan kembali ke hostel, resort dan guest house masing masing. Si boy dan si girl sudah tertidur pulas di kursi Aula. Siera membangun kan anak anak tapi Liu datang menghampiri nya dan langsung menggendong si boy. Siera menggendong si gril. Mereka berjalan beriringan dan menikmati cahaya bulan. Bersama Sepoi Sepoi angin malam. Siera tidak banyak berbicara. Dia hanya menjawab pertanyaan Liu. Sebatasnya saja. Udah sampai, siera membawa masuk sigril, Liu mengikuri siera dan membaringkan si boy. "Terima kasih", siera mengucapkannya lirih. Hmmm, "jawab Liu. Bolehkah aku minta kopi, Liu kembali menatap siera. Saya tidak punya kopi" jawab siera. Siera membukakan pintu agar Liu segera keluar guest house nya. Bolehkah,..Liu membalikan badan lagi. Ti..."jawab siera. Liu mencium bibir siera. Liu melepaskan rindunya kepada siera. Diciumnya bibir siera, digigitnya, dikulum habis habisan. Dan lepasnya ciuman itu. Membangkitkan deguban jantung siera. Kemudian Liu pergi dan menuju guest house didepan guest house nya siera. Siera memegang dadanya yang merasakan jantungnya berdegup lagi.
Keesokan pagi harinya siera, kaget tidak kepayang. Anak anak yang tidur disebelah nya tidak ada semua. Siera segera berlari keluar dengan tergopoh-gopoh. Memanggil kedua buah hatinya. Tampak di depan ada sandal kedua anaknya. Siera tanpa berfikir panjang lagi. Langsung masuk ke guest house depan nya. Siera mencari dan memanggil kedua anaknya. Liu, si boy dan si gril terkejut melihat ibunya yang tergopoh-gopoh dan kebingunan. Dan menangis memeluk buah hatinya. Liu, melihat siera dan mengedipkan matanya. Menggoda siera. Siera merasa tidak nyaman. Si boy "ibu, kenapa bajunya ibu", siera melihat bajunya dan "aauukkhhhhh", siera hanya menggunakan lingering tanpa Bta dan Cd, karena syok saat terbuka mata, Anak -anak sudah tidak ada di tempat tidur. Jadi tidak sadar kalau tidak menggunakan apa apa. Siera makin malu kepada Liu, apalagi Liu berusaha menggodanya.
Liu mengambilkan Hem panjangnya pada siera. Dan memberikan nya pada siera sambil menggoda siera. Siera jadi salah tingkah. Dan sangat malu. Siera segera mengajak anak anaknya untuk kembali ke guest house. Beberapa jam kemudian, pintu kamar ada yang mengetuk, si boy dan si girl berlari membukakan pintu. O om... "Teriak kedua bocah itu. Memeluk Liu. Liu membawakan pizza buat mereka. "Ayo kita makan bersama", Liu mengajak mereka bertiga. Liu sangat senang bisa bermain dengan keponakannya. Kedua bocah itu masih belum tau kalau Liu adalah adik dari ayahnya. "Ayah," tiba tiba si gril memeluk Liu dan memanggilnya ayam. Siera sangat tersentak. "Aku, mau ayah" si girl makin memeluk Liu. Liu sangat terharu. Siera makin sedih, dan menesteskan air mata. Dan berlalu meninggalkan mereka bertiga. Menuju dapur. Si boy juga ikut memanggil ayah pada Liu. Siera makin menangis. Liu melihat siera menangis. Dan menghampiri siera yang sedang menyembunyikan tangisannya. Dipeluknya siera dari belakang. Dan siera membalikkan badannya dan menatap Liu dengan sedih. Liu memeluk siera. Dan meberikan ciuman kening pada siera. "I love you" , bisik Liu pada telinga siera. Kian erat Liu memeluk siera. Keduan bocah itu berlari menuju kiri dan siera. Mereka berempat saling berpelukan, bagaikan melepaskan kerinduan yang sangat dalam.
Akhirnya siera dan Liu melaksanakan pernikahan. Liu melaksanakan amanah kakaknya Chen, untuk menggantikan Chen sebagai ayah si boy dan si girl. Pesan terakhir Chen. Untuk membahagiakan siera dan anak anak. Pernikahan Liu dan siera membuahkan lima anak. Tujuh anak mereka tumbuh besar dengan kasih sayang kedua orang tua meraleka. Siera dan Liu hidup berbahagia.
Tamat