Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

SENJA DI BUKIT CINTA bagian ketiga

"Selamat siang", Aseng masuk kedalam rumah. Siera menoleh dan melihat Aseng. "Hai," jawab siera. Sambil mencari cari teman teman kantornya. Aseng tahu siera kebingungan mencari teman-teman nya. "Anak anak udah balik pagi tadi", sahut Aseng menjawab kebingungan siera. "Kenapa aku ditinggal", terus balik ke asrama bagaimana. "Siera bertanya pada Aseng. Aseng hanya tersenyum. Meninggalkan siera, Liu dan chyou. Aseng ke ruang kerja Chen. Liu dan chyou mengajak siera jalan jalan ke halaman. Disaat usai hujan akan sangat segar tanaman di halaman. Ditambah aroma tanah dan bunga usai tersiram air hujan Jan. Benar, siera sangat senang dan lupa keinginan nya untuk balik ke asrama. Harum semerbak bunga bunga dan kupu kupu yang berterbangan membuat siera sangat betah. Siera, Liu dan chyou berjalan jalan bertiga menyusuri halaman sekeliling rumah. Sampailah mereka bertiga di gazebo taman. Tampak sangat jelas dibawah pemandangan laut, dan hamparan pantai ...

SENJA DI BUKIT CINTA bagian kedua

Chen segera masuk pintu pagar rumahnya, dan meminta siera masuk juga. Siera merasa canggung, apalah daya karena blouse putihnya basah dan berwarna merah hampir sepenuhnya baju kerjanya. Hingga tembus pandang tampak jelas tubuh siera. Siera pun menutupi dengan tas kerjanya. Disaat memasuki halaman tampak banyak tanaman dan bunga bunga cantik, dan aroma semerbak bunga bunga di halaman membuat siera terhenti berjalan. Dia menatap sekitar halaman yang indah dengan lampu lampu taman bersinar redup menerangi mekarnya bunga bunga. Chen, yang melihat siera berhenti segera membalikkan badan dan mempersilahkan siera masuk kedalam rumah. Mereka berdua pun masuk kedalam rumah. Disambutlah seorang laki laki muda, kira kira lebih muda dari Chen. Liu adalah adiknya Chen. Liu bertanya pada Chen dengan berbisik pelan, "siapa". Chen hanya berlalu menuju ke tangga dengan mengisyaratkan siera untuk mengikutinya. Siera, menyapa dengan memberi anggukan kepada Liu. Liu pun memberi balasan anggukkan...

SENJA DI BUKIT CINTA

Di sudut ruangan perkantoran tampak dengan seriusnya siera sedang menatap komputernya dan sesekali menggerakkan jemari-jemari di keyboardnya. Sesekali mengernyitkan dahinya. Juga mengetuk ngetuk bolpoint di meja komputernya.  Hai," hentak Xie pada siera. "Ayo, sudah sore nih. Kita kan diundang Aseng diperayaan desanya." Ujar Xie lagi pada siera. "Kagak deh, !!!  Ijin ya, aku lagi banyak kerjaan nih, "jawab siera pelan.  Xie, tidak menyerah. Dan menutup komputer siera dengan map merah. "Tidak bisa siera, kita sudah janji. Kawan kawan sudah nunggu di mobil nih, " Xie memelas pada siera.  Oke deh, " jawab siera. Tapi sebentar saja yah,' sahut siera lagi.  Kemudian Xie dan siera membersihkan meja siera dan turun ke lantai bawah menuju mobil. Dewi dan Tia sudah menunggu didalam mobil. Sambil bermain handphone. Aiiiii, laamaa benar kawan kuta nih," Ita menggoda siera. "Oke.. lets go," sahut Dewi. Mereka berempat pun menuju ke rumah A...