Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

SENJA DI BUKIT CINTA bagian ketiga

"Selamat siang", Aseng masuk kedalam rumah. Siera menoleh dan melihat Aseng. "Hai," jawab siera. Sambil mencari cari teman teman kantornya. Aseng tahu siera kebingungan mencari teman-teman nya. "Anak anak udah balik pagi tadi", sahut Aseng menjawab kebingungan siera. "Kenapa aku ditinggal", terus balik ke asrama bagaimana. "Siera bertanya pada Aseng. Aseng hanya tersenyum. Meninggalkan siera, Liu dan chyou. Aseng ke ruang kerja Chen. Liu dan chyou mengajak siera jalan jalan ke halaman. Disaat usai hujan akan sangat segar tanaman di halaman. Ditambah aroma tanah dan bunga usai tersiram air hujan Jan. Benar, siera sangat senang dan lupa keinginan nya untuk balik ke asrama. Harum semerbak bunga bunga dan kupu kupu yang berterbangan membuat siera sangat betah. Siera, Liu dan chyou berjalan jalan bertiga menyusuri halaman sekeliling rumah. Sampailah mereka bertiga di gazebo taman. Tampak sangat jelas dibawah pemandangan laut, dan hamparan pantai ...

SENJA DI BUKIT CINTA bagian kedua

Chen segera masuk pintu pagar rumahnya, dan meminta siera masuk juga. Siera merasa canggung, apalah daya karena blouse putihnya basah dan berwarna merah hampir sepenuhnya baju kerjanya. Hingga tembus pandang tampak jelas tubuh siera. Siera pun menutupi dengan tas kerjanya. Disaat memasuki halaman tampak banyak tanaman dan bunga bunga cantik, dan aroma semerbak bunga bunga di halaman membuat siera terhenti berjalan. Dia menatap sekitar halaman yang indah dengan lampu lampu taman bersinar redup menerangi mekarnya bunga bunga. Chen, yang melihat siera berhenti segera membalikkan badan dan mempersilahkan siera masuk kedalam rumah. Mereka berdua pun masuk kedalam rumah. Disambutlah seorang laki laki muda, kira kira lebih muda dari Chen. Liu adalah adiknya Chen. Liu bertanya pada Chen dengan berbisik pelan, "siapa". Chen hanya berlalu menuju ke tangga dengan mengisyaratkan siera untuk mengikutinya. Siera, menyapa dengan memberi anggukan kepada Liu. Liu pun memberi balasan anggukkan...

SENJA DI BUKIT CINTA

Di sudut ruangan perkantoran tampak dengan seriusnya siera sedang menatap komputernya dan sesekali menggerakkan jemari-jemari di keyboardnya. Sesekali mengernyitkan dahinya. Juga mengetuk ngetuk bolpoint di meja komputernya.  Hai," hentak Xie pada siera. "Ayo, sudah sore nih. Kita kan diundang Aseng diperayaan desanya." Ujar Xie lagi pada siera. "Kagak deh, !!!  Ijin ya, aku lagi banyak kerjaan nih, "jawab siera pelan.  Xie, tidak menyerah. Dan menutup komputer siera dengan map merah. "Tidak bisa siera, kita sudah janji. Kawan kawan sudah nunggu di mobil nih, " Xie memelas pada siera.  Oke deh, " jawab siera. Tapi sebentar saja yah,' sahut siera lagi.  Kemudian Xie dan siera membersihkan meja siera dan turun ke lantai bawah menuju mobil. Dewi dan Tia sudah menunggu didalam mobil. Sambil bermain handphone. Aiiiii, laamaa benar kawan kuta nih," Ita menggoda siera. "Oke.. lets go," sahut Dewi. Mereka berempat pun menuju ke rumah A...

Jendela Kehidupan

Disaat kita mengambil jalan yang berbeda........ Disaat kita membela yang benar... Disaat kita sendirian memilih jalan yang berbeda dan memilih membela yang benar...  Maka akan tampak kita menjadi orang yang paling salah, menjadi orang yang  tidak mempunyai kawan, menjadi orang yang di jauhi dan ditakuti untuk didekati... Ini pilihan dan ini jalanku.. Tanjungpinang, 22 September 2020

My Story' "September"

Aku ingin bicara tapi tak mampu Aku ingin bercerita tapi tak berdaya Aku ingin mengatakan sebenarnya tapi tidak bisa Aku ingin ungkapkan sesungguhnya tapi tak sanggup.. Semua kututup, semua kujaga rahasia mereka, aku diam, aku terima tuduhan, aku terima kesalahan mereka..  Pedih, perih, sakit karena kutahan sendiri.  Kenapa yang salah malah banyak temannya.. Kenapa yang memfitnah malah dikawan.. Kenapa yang sesungguhnya tidak suka tapi aku yang dikamhing hitamkan.. Kenapa mereka yang bohong malah dipuja dan dibela.. Hanya mampu ku kuatkan diriku.. Loyalitas ku ikhlas tanpa batas. Pengabdian ku kan kuberikan sepenuhnya.. Diam ku, sabar ku,, ketulusanku, dimaknai yang lain. Pengabdian pada negeriku, pada pimpinan, teamwork. Allah SWT yang mengatur nya. Allah SWT maha tau akan segalanya.  Perihku, sakitku, kesabaranmu, semoga menjadi kekuatan ku. Dan menjadi ladang ampunan untuk dosa dosaku.  Secret of a Country, one of them? Tanjungpinang, 10 September 2020

Loyalitas Tanpa Batas

Semua yang kulakukan, insya Allah tulus, ikhlas dengan senang hati. Sungguh kuberikan ketulusan dan keikhlasan. Di sisi yang lain, rupanya banyak yang tidak suka dan tidak menghargai. Dan berusaha menjatuhkan.  Terima kasih. Hanya itu yang mampu terucap dalam hatiku.  Hanya loyalitas ku yang kan mampu menjadikan ku kuat.  Jaya lah selalu untuk semua

Malam ini

Gambar
Malam ini.. ku berbaring dekat jendela. Menatap langit dengan syahdu. Didalam hati ku memujamu akan kebesaranMu, akan keagunganMu. Dan kumohon padaMu semoga wabah Corona ini segera berlalu.  Namun,..... Kembali ku termenung.. Mungkin ini semua rencana terbaikMu. Ku mohon padaMu..  Lindungilah kami, suami kami, anak kami, keluarga kami, kedua orang tua kami, keluarga besar kedinasan kami, keluarga besar Negara kami Indonesia. Dan kutatap lagi keatas rembulan yang tertutup awan hitam sirna dan terang  kembali bersama awan putih.  Meski dikelilingi awan hitam..  Sinarmu kuat kokoh memberikan pancaran indah nan mempesona. Kupejamkan mata.. Tarik nafs dan kuhembuskan pelan. Begitu besar nikmatMu..  Bersama dinginnya angin malam yang memyayat kalbu. Dan heningnya malam kian membuat syahdu. Tanjungpinang, 7 April 2020